Selasa, 27 November 2012

SEBERAPA JAUH FAKTOR DEMOGRAFI DAPAT MEMPENGARUHI SESEORANG DALAM MEMILIH SEBUAH ALAT TELEKOMUNIKASI ATAU TELEPON GENGGAM

Saya adalah seorang perempuan dengan umur yang hampir menginjak 20 tahun, mungkin bisa diistilahkan sebagai ABG. Tentu jaman sekarang kecanggihan teknologi dapat kita jumpai di lingkungan apa pun khususnya untuk kecanggihan telepon genggam yang saat ini mungkin dari kalangan anak kecil,orang dewasa hingga para orang tua sangat mengenal gadget yang satu ini. Dalam suatu lingkungan, seseorang dapat menjumpai yang namanya tren. Apalagi kita orang Indonesia yang katanya menjadi salah satu negara pengkonsumsi terbesar di dunia, para produsen khususnya yang memiliki perusahaan-perusahaan telepon genggam sangat menyukai Indonesia karena mereka dapat meraup keuntungan yang besar disini. Sebagai contoh seperti produk BlackBerry yang melimpah di pasaran Indonesia karena memiliki keunggulan pada cara berkomunikasinya kesesama pengguna dengan hanya memiliki aplikasi yang disebut BBM. Tapi bukan hanya BlackBerry saja yang menjadi tren telepon genggam di Indonesia,sekarang ada banyak produk android bahkan sampai iPhone milik perusahaan Apple.Inc pun menjadi popular dikalangan kita. Saya pribadi saat ini menggunakan telepon genggam merek Apple yaitu iPhone 4 ,mungkin secara tidak langsung saya sudah dapat dikatakan sebagai seseorang yang mengikuti tren telepon genggam jaman sekarang , tapi saya pribadi memiliki produk ini bukan karena saya ingin mengikuti tren, melainkan karena memang gadget yang satu ini dari bentuknya yang simple dan elegant yang menurut saya beda dari yang lain. Ditambah lagi karena saya salah satu orang yang mengagumi sosok seorang Steve Jobs. Beliau bisa disebut salah satu orang yang sangat berpengaruh di perusahaan Apple.inc ,namun sayangnya beliau telah meninggal dunia tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2011 dalam umur 56 tahun karena penyakit kanker pankreas yang telah 7 tahun bersarang ditubuhnya. Bukan tanpa alasan mengapa saya memilih produk telepon genggam ini ,saya memiliki hobi bermain game, mendengarkan musik, membaca berita , dan berfoto. Dengan berbagai macam aplikasi pada iPhone 4 yang begitu mendukung hobi saya dan sudah saya rasakan saat ini kalau hobi-hobi saya itu secara tidak langsung telah tersalurkan berkat produk iPhone 4.
Tentu saya tidak ingin menyia-nyiakan produk serba bisa ini, karena kebetulan saya bekerja pada suatu perusahaan baru yaitu perusahaan majalah teknologi bernama Indonesian Computer Solution atau iCos Media. Disini sistem kerja saya freelance sebagai penulis, dan sudah ada beberapa tulisan saya yang dipublish di web iCos-media.com . Karena cara berkomunikasi kami lewat email, iPhone 4 dengan aplikasi Mail-nya dapat mengantarkan berita informasi seputar pekerjaan kepada saya secara cepat tanpa membuat saya repot untuk ke warnet atau membuka laptop dan mengaktifkan modem terlebih dahulu. Saya tinggal menunggu email masuk dimanapun dan kapanpun sehingga mempermudah saya dalam bekerja. Sudah jelas kalau gadget ini sangat bernilai positif mengingat pekerjaan saya sangat memerlukan koneksi internet yang cepat dan semua itu saya dapatkan pada iPhone 4 ini.

Kamis, 04 Oktober 2012

PRODUSEN PERLU MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR

I.PENDAHULUAN

a.      Latar Belakang
Persaingan pasar telah semakin ketat, seorang produsen harus pintar membaca kebutuhan para konsumen jika tidak suatu perusahaan akan mengalami kerugian. Beragam latar belakang, negara asal, kepentingan, kebutuhan seseorang dengan keinginan yang berbeda-beda pula, menuntut suatu pebisnis untuk mengadakan segmentasi pasar. Sebelum diterimanya konsep pemasaran secara luas, cara yang umum untuk melakukan bisnis dengan konsumen adalah melalui pemasaran masal yaitu penawaran produk atau bauran pemasaran yang sama kepada setiap orang. Segmentasi pasar menyusul sebagai cara yang lebih logis untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

b.      Rumusan Masalah
  • ·         Apa itu segmentasi pasar?
  • ·        Mengapa produsen harus melakukan segmentasi pasar?
  • ·         Apa saja yang menjadi dasar segmentasi pasar?
  • ·         Seperti apa kriteria-kriteria untuk membidik segmen pasar yang efektif?

c.       Tujuan
Anda dapat memenuhi keinginan pelanggan dengan lebih baik jika melakukan segmentasi pasar terdahulu, membidik apa yang menjadi keinginan konsumen dengan mengembangkan paket add-on produk serta layanan yang memuaskan pada setiap kelompok yang berbeda. Dengan  melakukan segmentasi pasar anda juga dapat mempertimbangkan strategi pasar apa yang ingin anda capai sehingga anda dapat merancang strategi pemasaran yang tepat untuk setiap segmen.


II.PEMBAHASAN

DEFINISI SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian yang menganalisis para pembeli di pasar produk serta menganalisa perbedaan antara pembeli dipasar.

MENGAPA PRODUSEN HARUS MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR?

Alasan perusahaan melakukan segmentasi untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang telah disusun, serta lebih terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Segmentasi yang berorientasi pada peningkatan pemasaran akan memberikan keuntungan bagi pebisnis dan pelanggan.
Studi segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok. Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:
  1. Menutup kesenjangan produk,
  2. Mengenali media yang paling cocok untuk menempatkan iklan,
  3. Menentukan karakteristik pemirsa dan pendengar serta mengumumkan temuan-temuan untuk menarik para pemasang iklan yang mencari pendengar yang serupa.
DASAR SEGMENTASI PASAR
Dalam menyusun strategi segmentasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih dasar yang paling tepat untuk membagi pasar. Sembilan kategori utama karakteristik konsumen yang menjadi dasar untuk melakukan segmentasi adalah:

1. Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain. Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain.
Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.

2. Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain:
  • Usia,
  • Gender (jenis kelamin),
  • Status perkawinan,
  • Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

3. Segmentasi Psikologis
Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.

4. Segmentasi Psikografis
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

5. Segmentasi Sosial Budaya
Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.

6. Segmentasi Terkait Pemakaian
Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus.

7. Segmentasi Situasi Pemakaian
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi yang disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.

8. Segmentasi Manfaat
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek kedalam golongan produk yang sama.

9. Segmentasi Gabungan
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:
  • Profil Psikografis-Demografis
Profil psikografis dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama.
  • Segmentasi Geodemografis
Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi yang sama.
  • VALS 2
System VALS secara lebih tegas memfokuskan pada usaha menjelaskan perilaku membeli konsumen.


KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR YANG EFEKTIF

1. Measurable (Terukur)
Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.

2. Substansial (Banyak)
Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.

3. Accessible (Dapat Diakses)
Accessible berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.

4. Differentiable (Dapat Dibedakan)
Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.

5. Actionable (Dapat Dilayani)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.



III. PENUTUP

KESIMPULAN
Salah satu alasan perusahaan melakukan segmentasi untuk meningkatkan efektivitas strategi pemasaran yang telah disusun, serta lebih terarah dan sumber daya perusahaan dapat digunakan secara efektif dan efisien. Segmentasi yang berorientasi pada peningkatan pemasaran akan memberikan keuntungan bagi pebisnis dan pelanggan, yaitu: 
1. Menyediakan keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan lebih baik : Produsen dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang bervariasi dengan menggunakan pola berbeda, insentif dan kegiatan promosi yang bebeda pada setiap segmen yang dituju.
2. Meningkatkan pendapatan : Lebih sulit bagi produsen untuk menaikkan harga pada seluruh pasar. Kecuali jika produsen mengelompokkan segmen premium yang akan menerima harga yang lebih mahal. Dengan segmentasi perusahaan mengetahui pasar mana yang berpotensi dapat meningkatkan pendapatannya lebih besar.
3. Peluang untuk tumbuh : Dengan segmentasi pasar organisasi dapat menciptakan ‘niche product’ yang akan menarik konsumen lain untuk mencoba dan kemudian membeli produk tersebut.

 

SUMBER :

Selasa, 02 Oktober 2012

Ditengah Kecanggihan Teknologi Nasib Lebah Di Ujung Kepunahan




Siapa yang tidak mengenal handphone? Bagi kita handphone adalah segala-galanya,alat komunikasi yang satu ini dicetuskan pertama kali oleh Martin Cooper,seorang karyawan Motorola pada tahun 1973. Namun setelah berkembangnya zaman, handphone tampil dalam berbagai macam bentuk yang di setiap generasinya selalu menampilkan hal yang baru sehingga peminatnya semakin banyak.

Siapa sangka,dengan banyaknya pengguna handphone di dunia akan berdampak kepada makhluk hidup di bumi. Handphone memiliki sinyal radiasi yang cukup besar sehingga dapat dipastikan berdampak besar pada kehidupan sejumlah populasi kumbang di dunia.

Seperti di Amerika utara saat ini ada 50 spesies kumbang yang ada, hanya 8 spesies yang diamati,4 diantara nya mengalami masalah besar. Termasuk pula lebah madu di dalamnya.

Lebah kita tahu memiliki manfaat banyak bagi manusia , mulai dari madu yang mereka hasilkan, air liur lebah yang telah di teliti dapan menyembuhkan berbagai macam penyakit yang bersarang ditubuh manusia, serta pengobatan alternatif yang dilakukan dengan cara menyengatkan “bisa” lebah ke bagian tubuh yang menderita sakit ,dan masih banyak lagi. Namun dari sekian banyak manfaat dan pengobatan gratis itu akan langka kita temukan bahkan bisa jadi tidak akan kita temukan lagi.

Kita tahu lebah selama ini hanya dapat bertahan hidup selama 7 pekan ,tetapi dengan banyak nya sinyal radiasi di bumi maka akan membunuh para koloni lebah dalam hitungan menit saja.

Pada penelitian, Favre
Menempatkan ponsel dibawah sarang lebah lalu memantau reaksi para  lebah pekerja selama beberapa waktu. Ternyata, lebah bisa mendeteksi saat ponsel itu melakukan panggilan ataupun menerima panggilan masuk. Mereka kemudian merespons dengan mengeluarkan suara mencicit bernada tinggi yang umumnya menandakan dimulainya kerumunan lebah.
“penelitian ini menunjukan bahwa hadirnya ponsel yang aktif mengganggu aktivitas para lebah dan menghasilkan efek yang dramatis.” Kata Favre, seperti dikutip dari Daily Mail, 18 Mei 2011.



Dalam penelitian itu pula dapat diperkirakan populasi lebah di bumi akan menurun bahkan secara perlahan akan punah jika kita tidak yang mengubah cara hidup yang semakin canggih ini. Seperti di Indonesia saja telah terbukti sangat jarang terliat lebah madu di daerah perkotaan,populasi lebah liar hanya di temukan di daerah hutan Indonesia walaupun itu sangat sedikit.

Teknologi yang tidak dipergunakan secara cerdas dan efisien akan selalu memberi dampak yang buruk, terutama kepada makluk hidup. Memang dengan adanya kemajuan teknologi seperti sekarang ini hidup kita semakin mudah, tapi terpikirkah oleh kita dampak negatif yang akan di timbulkan?
Ada baiknya dengan adanya penelitian seperti ini yang telah menambah pengetahuan kita mengenai lebah,kita menjadi tergerak untuk melestarikan kumbang kecil yang malang ini.
danda vs

Alat charger yang praktis : power bank charger


Anda pernah mengalami low battery ketika sedang berpergian jauh ?

Ya anda benar, memang keadaan seperti itu membuat suasana menjadi membosankan. Terlebih lagi smarphone dan tablet seperti sekarang ini sudah sangat canggih yang memanjakan kita dengan berbagai aplikasi game,internet,sosial media, mendengarkan musik dll. Semua kegiatan  itu akan membuat baterai smartphone/tablet anda semakin cepat habis.

Tapi jangan khawatir karena sekarang telah hadir power bank dengan berbagai macam merek dan kelebihan nya masing-masing. Kemampuan nya menyimpan energi dan mentransfernya ke gadget lain menjadikan power bank sebuah alat pendukung yang wajib dimiliki para pengguna smartphone/tablet  ataupun mobile gadget yang jarang bertemu, atau tidak sempat mendapati sumber listrik untuk men-cas  gadgetnya.
Power bank dijual dengan kapasitas tertentu dari 3000 mAh sampai 11000 mAh, yang memungkinkan alat ini mentransfer energi yang disimpannya untuk memenuhi kebutuhan energi gadget lain yang memiliki kapasitas dibawahnya. Seperti contoh, jika anda membeli power bank yang berkapasitas 3000 mAh, maka kita bisa men-cas gadget yang memiliki kapasitas baterai 1500 mAh hingga 2x cas penuh. Power bank juga bersifat universal , artinya dengan port microUSB atau miniUSB dapat mensuplai energi ke beberapa gadget yang berbeda.



Mengenai harga power bank memang masih relatif mahal, terutama power bank merek ternama yang mempunyai kualitas bagus , seperti buatan Alkaline, Panasonic dan sanyo. Tetapi semua itu tidaklah masalah jika kita ingin dimanjakan dengan fleksibilitas pengisian baterai dimanapun dan kapanpun, tanpa tergantung dengan sumber listrik. Tidak ada lagi cerita low bat atau kehabisan baterai jika anda memiliki power bank

Demikian sedikit gambaran dari power bank, selamat memilih produk terbaik yang menurut anda dapat diandalkan dan harganya pun sesuai kantong anda. Terima kasih