Jumat, 27 September 2013

Peran PT. Pertamina Dalam Kegiatan CSR

Kepedulian dan komitmen Pertamina dalam kegiatan coporate social responsibility (CSR) selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Setidaknya, penguatan kegiatan CSR dengan memasukkan kegiatan CSR ke dalam fungsi sendiri.
 
LANDASAN
Kegiatan program-program CSR Pertamina didasarkan pada beberapa landasan regulasi, walaupun kegiatan memberikan kontribusi kepada masyarakat sudah dilakukan Pertamina sejak kelahiran­ nya 10 Desember 1957 karena  perusahaan didirikan dengan perjuangan dan untuk membiayai perjuangan, pembangunan, dan manfaat sebesar-besar kemakmuran rakyat, sesuai  proporsinya  sebagai perusahaan. Landasan-landasan itu adalah :
 
Bab V Pasal 47 Undang-Undang Perseroan
Terbatas No. 40 Tahun 2007, yaitu:
  • Perseroan yang menjalankan kegiatan usaha­ nya di bidang dan/atau bersangkutan deng­ an sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan  lingkungan. 
  • Tanggung jawab sosial dan lingkungan me­ rupakan kewajiban perseroan yang dianggar­ kan dan diperhitungkan sebagaibiaya per­ seroan yang pelaksanaannya dilakukan deng­ an memperhatikan kepatutan  dan kewajar- an. 
  • Perseroan yang tidak melaksanakan kewajib­ an dikenakan sanksi sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 
  • Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor SE-21/MBU/2008 menyebutkan: Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) diwajibkan kepada BUMN yang kegiatan usahanya di bidang sumber daya alam, atau kegiatan usahanya berdampak pada fungsi kemampuan sumber daya alam. Walaupun BUMN di bidang lain  pun dapat  saja melaksanakan TJSL. 
  • Pasal 88 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN menyebutkan BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk keperluan pembinaan usaha kecil/koperasi serta pembinaan masyarakat sekitar  BUMN. 
  • Surat  Keputusan Direktur Utama  No. Kpts-40/C00000/2008-SO tanggal4 Agustus dan Kpts-42/C00000/2008-SO tanggal 12 Agustus 2008 tentang Pemberlakuan Organisasi Corporate Social Responsibility (CSR)
VISI CSR
Menuju Kehidupan Lebih Baik.
Misi CSR
1. Melaksanakan komitmen korporat  atas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang akan memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan untuk  mendukung  pertumbuhan perusahaan.
2. Melaksanakan tanggung jawab  korporat  dan ke­pedulian sosial untuk sebuah pembangunan masya­rakat yang berkelanjutan.
 
TUJUAN CSR
Secara Eksternal adalah membantu Pemerintah Indonesia  memperbaiki lndeks  Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, melalui pelaksanaan program-program yang membantu pencapaian target  pembangunan millenium atau Millenium Development Goat (MDGs).
Secara Internal adalah membangun hubungan yang harmonis dan kondusif dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mendukung pen- capaian tujuan  korporasi terutama  dalam mem­bangun reputasi korporasi.
 
KRITERIA CSR PERTAMINA
 
Dalam pengembangan CSR Pertamina telah disusun 5 Kriteria untuk mencapai efektifitas pelaksanaan CSR di seluruh wilayah operasi perusahaan. Kriteria tersebut mencakup kepentingan bersama antara pemerintah, komunitas dan perusahaan, yaitu:
 
1.     Bermanfaat
2.     Berkelanjutan
3.     Dekat wilayah operasi
4.     Publikasi
5.     Mendukung PROPER
 
Tanggung jawab sosial dan lingkungan Pertamina dikelola untuk saling memberikan manfaat (fair shared value), sebagai program yang berkelanjutan, memprioritaskan penerima manfaat disekitar wilayah terdekat operasional perusahaan dan daerah terkena dampak, bertanggung jawab terhadap dampak operasi, mengembangkan energi ramah lingkungan (energi hijau), serta dikomunikasikan dengan pelaksana­an sosialisasi dan publikasi yang efektif.
 
CSR Pertamina mencakup empat inisiatif pemberdayaan, yaitu peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan kesehatan, peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masya­rakat serta melaksanakan suatu program khusus, yaitu Pertamina Peduli yang  merupakan kepedulian per­usahaan  terhadap para  korban bencana  alam  yang terjadi di tanah air.
 
Sesuai visi CSR "Menuju Kehidupan yang Lebih Baik", program-program tersebut  diselaraskan dengan tujuan pembangunan  Millenium Development Goals (MDGs) dan mendukung komitmen Indonesia terhadap program Reducing Emissions {rom  Deforestation and Forest Degradation (REDD+), yang merupakan suatu mekanisme global yang bertujuan untuk memperlambat perubahan iklim dengan memberikan kompensasi kepada negara berkembang untuk melindungi hutannya. Hal ini di prioritaskan sekaligus  untuk  membantu masyarakat dan pemerintah di sekitar unit operasi Pertamina dalam memecahkan permasalahan sosial dan  lingkungan.
 
Kegiatan CSR yang dilaksanakan Pertamina juga diarah­kan untuk  mendukung pencapaian Proper  Hijau dan Emas di unit-unit  operasi dan anak perusahaan untuk pertumbuhan nilai korporasi.
 
Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Per­tamina pada tahun 2011 dilaksanakan melalui sejumlah program sebagai berikut :
 
Bidang Pendidikan
1.    Beasiswa Tingkat Dasar – PerguruanTinggi
2. Bantuan pembangunan Gedung Serbaguna dan Laboratorium Science untuk Perguruan Tinggi
3.     Pelatihan Mekanik Sepeda Motor Bagi Mahasiswa
4.     Program Pertamina  Goes To Campus (PGTC) 2011
5.     Bantuan Fasilitas Pendidikan
6.     Olimpiade Sains Nasional Pertamina (OSN Pertamina)
7.     Olimpiade Matematika MGMP Matematika SD se-DKI Jakarta.
8.     Pelatihan  I Training  Guru
9.     Bantuan Lab Komputer Sekolah
10. Bantuan  Perpustakaan Sekolah
 
Bidang Kesehatan Masyarakat
1.     Program Bantuan Operasi Jantung Anak
2.     Program Bantuan operasi anak penderita cacat wajah
3.     Pertamina  Sehati
4.     Bantuan Ambullance
5.     Bantuan Incubator
6.     Program Clino Gigi
7.     Program Bright with Pertamina
 
Bidang Lingkungan
1.  Menabung  100 Juta Pohon. Distribusidan penanaman lebih  dari 400.000 bibit pohon pelindung dan produktif
2.     Program Satu Aksi Untuk Ciliwung – Kampanye "Stop Nyampah di Kali"
3.     Pelaksanaan Green Festival 2011 di 3 Kota Besar
 
Bidang lnfrastruktur dan Bencana Alam
1.     Bantuan Pemberdayaan Masyarakat - Sarana lntensifikasi Pertanian
2.     Program Desa Binaan
3.     Bantuan Sarana Pemadam Kebakaran
4.     Karya Bhakti Rehabilitasi Pasca Bencana Alam Merapi
5.     Gelar Relawan Penanggulangan Bencana
 
Sumber :
 
www.Pertamina.Com

Minggu, 30 Juni 2013

Bentuk Umum CV dan Penjelasan Tentang Surat Menyurat

Identity ( CV )

Name : Dewi Ratnasari
Gender : Female
Place and Date of Birth : Baturaja, February 14, 1993
Citizenship : Indonesia
Status : Not Married
Height and Weight : 160cm, 55 kg
Religion : Islam
Address : Taman Aster Parumahan Cluster Lotus No. 225 Block A3 Cibitung JawaBarat
No. Phone : 085273457793
E-mail : Dewironson@rocketmail.com

Educational Background:
• 1998-2004: SD Negeri 2 Baturaja
• 2004-2007: SMP Negeri 1 Baturaja
• 2007-2010: SMA Negeri 10 Palembang
• 2010-2011: While studying Management at the University Gunadarma

Expertise:
• Ability to operate computer (Ms. Word, Ms.. Excel, Ms.Power Point)


Surat Menyurat 

A. Pengertian Surat Menyurat

Buku Dasar-Dasar Kesekretariatan dan Kearsipan, mengemukakan :
Surat merupakan alat komunikasi tertulis yang efektif, sebagai bahan dokumentasi penting yang sewaktu-waktu dapat dijadikan bahan bukti tertulis. (Drs. E. Martono, 1985). 

Selanjutnya dalam buku Manajemen Sekretaris :
Surat adalah komunikasi tertulis yang berasal dari satu pihak dan ditujukan kepada pihak lain untuk menyampaikan warta atau pesan dengan menggunakan kata-kata yang bersifat umum dan jelas, dapat dimengerti maksud dan tujuannya serta tepat sasaran (Drs. Saiman, M.Si, 2002).

Secara umum surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas nama pribadi (sendiri) ataupun karena kedinasan.

Surat juga merupakan wakil resmi dari yang mengirim untuk membicarakan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat diketemukan bahwa surat adalah alat komunikasi penting dalam tata kerja tata usaha.
 Apabila terjadi hubungan surat menyurat secara terus menerus dan berkesinambungan, maka kegiatan ini disebut surat menyurat atau lazimnya korespondensi.

B. Fungsi dan Penggolongan Surat

Surat yang berfungsi sebagai salah satu alat komunikasi dalam dunia usaha dan perkantoran, dapat juga berfungsi sebagai :
1. Alat bukti tertulis : adanya hitam di atas putih berguna untuk dijadikan bukti apabila terjadi perselisihan atau salah penafsiran antar kantor atau pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi.
2. Alat pengingat : berguna untuk mengetahui hal-hal yang terlupa atau telah lama.
3. Bukti historis : berguna sebagai bahan riset mengenai keadaan atau aktivitas suatu organisasi pada masa-masa lalu.
4. Duta organisasi : surat dapat mencerminkan keadaan mentalitas, jiwa dan kondisi intern dari organisasi atau kantor yang bersangkutan.
5. Pedoman : surat juga merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.

Dalam bukunya Manajemen Sekretaris, Drs. Saiman, M.Si mengklasifikasikan jenis-jenis surat yang dapat ditinjau dari beberapa segi sebagai berikut :

a. Menurut wujud surat : 

 1. kartu pos
 2. warkat pos
 3. surat bersampul
 4. nota
 5. telegram
 6. surat pengantar

b. Menurut tujuan surat :

 1. surat pemberitahuan
 2. surat perintah
 3. surat permintaan/permohonan
 4. surat panggilan/teguran
 5. surat peringatan
 6. surat keputusan
 7. surat perjanjian
 8. surat laporan
 9. surat pesanan
 10. surat penawaran

c. Menurut sifat isi dan asal surat :

 1. surat dinas :

Ciri-ciri surat dinas:

- Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
- Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
- Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
- Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
- Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat format surat tertentu

2. surat niaga : Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal.  Salah satu contoh dari surat niaga adalan surat penawaran dan surat penagihan.

 3. surat pribadi (bersifat kekeluargaan dan resmi) :


Ciri-ciri surat pribadi yaitu:

- Tidak menggunakan kop surat
- Tidak ada nomor surat
- Salam pembuka dan penutup bervariasi
- Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
- Format surat bebas

d. Menurut jumlah penerima surat :

 1. surat biasa
 2. surat edaran
 3. surat pengumuman

e. Menurut keamanan isi surat :

 1. surat sangat rahasia
 2. surat segera
 3. surat biasa

f. Menurut prosedur pengurus surat :

 1. surat masuk
 2. surat keluar

g. Menurut jangkauan surat :

 1. surat intern
 2. surat ekstern

C. Susunan dan Tata Tertib Surat

Dalam bukunya Administrasi Kearsipan Suatu Pengantar, Drs. A. W Widjaya mengemukakan, bahwa pada dasarnya susunan dan tata tertib surat adalah sebagai berikut :

 a. Kepala surat
 b. Tempat dan tanggal surat
 c. Nomor surat
 d. Lampiran surat
 e. Perihal
 f. Alamat surat
 g. Salam pembukaan (kadang-kadang telah masuk dalam kalimat pembukaan).
 h. Kalimat pembuka surat
 i. Isi surat
 j. Salam penutup
 k. Tembusan surat
 l. Initial surat

Pedoman dalam menyusun isi surat adalah :

 a. paragrap pembuka
 b. paragrap uraian isi
 c. paragrap penutup

D. Bentuk Surat Menurut Cara Mengetik/Menulisnya

Surat harus di tulis/ditik rapi dan bersih tanpa salah. Untuk maksud tersebut, maka muncullah bermacam-macam model surat sesuai dengan effisiensi bidang tata usaha.
 Adapun surat menurut bentuk/tata letaknya adalah sebagai berikut :

 a. Surat Lurus (Block Style)
 b. Surat Setengah Lurus (Semi Block Style)
 c. Surat Lurus Penuh (Full Block Style)
 d. Surat Lekuk (Indented Style)
 e. Surat Resmi (Official Style)
 f. Surat Alinea Menggantung (Hanging Paragraph Style)
 g. Surat Sederhana (Simplified Style)

Setiap badan usaha menggunakan bentuk surat sesuai dengan selera masing-masing sesuai dengan kegemaran, kepantasan dan kebiasaannya.

Persiapan dalam Mempergunakan Sarana Hubungan dengan Surat
 Selanjutnya masih dalam buku Administrasi Kearsipannya, Drs. A. W Widjaya, menguraikan secara singkat dalam mempergunakan sarana hubungan dengan surat yang memerlukan beberapa persiapan dan kegiatan, antara lain :

a. Bahan-bahan dan alat-alat tulis:  Kegiatan memersiapkan segala alat-alat dan perlenglapan yang diperlukan.
b. Membuat konsep surat  : Kegiatan membuat konsep surat untuk dikirim dan membuat konsep surat sebagai balasan surat yang masuk.
c. Pengetikan : Menyangkut bentuk dan etika surat; bersih, rapi, dan pengetikannya jelas.
d. Pentaklikan surat
Kegiatan ini biasanya dilaksanakan sesudah surat itu di tik, kemudian dibaca kembali dengan teliti agar tidak terdapat kesalahan setelah surat tersebut ditandatangani.
e. Pengiriman surat / ekspedisi
 Kegiatan ini meliputi penyampulan surat, memberikan tanda cap, penomoran surat dan penyampaian (pengiriman) surat kepada alamat yang dituju.
 Sebagai catatan, pada sampul surat dapat dibubuhi tanda RAHASIA, SEGERA, KILAT KHUSUS, BEBAS DARI BEA (BDB), TERDAFTAR, TERCATAT, POS UDARA, DLL.
 f. Penyimpanan Surat
 Penyimpanan surat ini disebut kearsipan. Surat-surat yang dibuat dan dikirim perlu ada pertinggal sebagai arsip. Penyimpanan dengan suatu sistem dengan pembahasan tersendiri yang tidak akan dibahas dalam laporan ini lebih lanjut. Hanya maksudnya agar surat dan warkat yang disimpan dengan segera dapat ditemukan kembali bila diperlukan.

E. Pengaturan Surat Menyurat
 Dalam bagian ini tidak akan dibicarakan bagaimana menyusun/menulis surat yang baik. Bagian ini akan menerangkan perjalanan surat atau cara mengatur proses surat menyurat pada suatu perusahaan secara teoritis.


Definisi Laporan dan Jenis-Jenis Karya Ilmiah serta Topik Penulisan Ilmiah

Laporan 

A.Pengertian Umum.
Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan.pada dasarnya,fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor.Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat,didengar,atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.Kemudian,laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.
Dalam pembuatan suatu laporan formal bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik,jelas dan teratur.Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan,melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur,jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain.
Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari,kecuali penggunaan kata”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau suatu tugas.


B.Macam - Macam Jenis Laporan.
Laporan ada dua macam,yaitu laporan hasil penelitian Ilmiah dan laporan Teknis.

1.Laporan Ilmiah.
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).
Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.

2. Laporan Teknis
Laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi.Laporan teknis mengandung data obyektif tentang sesuatu.data obyektif dalam laporan teknis itu juga mengandung sifat ilmiah,tetapi segi kepraktisannya lebih menonjol.sehingga yang dimaksud dengan laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang dipercayakan,dari si pelapor (perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan (E.Zaenal Arifin,1993).Dan menurut Muljanto Sumardi (1982) Dalam laporan teknik manusia menggunakan bahasa tulis untuk mengkomunikasikan gagasan,paham,serta hasil pemikiran dan penelitian.

C.Perbedaan Sistematika Laporan.
1.Kerangka Karangan Ilmiah.
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN
SINOPSIS
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Kerangka Teori
1.4 Ruang Lingkup
1.5 Sumber Data
1.6 Metode dan Teknik
BAB II ANALISIS/PEMBAHASAN
2.1 ….
2.2….
2.3 …
2.3.1 ….
2.4 ….
BAB III SIMPULANDANSARAN
Simpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
INDEKS

2.Kerangka Laporan Teknis.
PRAKATA
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Hasil yang diharapkan
1.4 Pelaksana
1.5 Penahapan dan Jadwal
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 ….
2.2….
2.3 …
2.3.1 ….
2.3.2…..
2.4 …
BAB III URAIAN KEGIATAN
3.1 …
3.2 …
3.3 …
3.3.1 …
3.3.2 …
3.4 …
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
4.1 simpulan
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


Jenis-jenis karya ilmiah

umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:

1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.

2. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.

3. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.

4. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis
mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.

5. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

Topik Penulisan Ilmiah

Sehubungan dengan dilaksanakannya kegiatan Penulisan Ilmiah dikampus saya yaitu di Universitas Gunadarma jurusan Ekonomi manajemen ,guna memenuhi syarat untuk mencapai gelar strata satu, topik yang saya pilih dalam penulisan ilmiah saya yaitu pada Manajemen Pemasaran dimana saya meneliti suatu rumah makan yaitu Warung Pasta tempatnya di jalan Margonda Raya Depok dengan menggunakan metode analisis SWOT serta mengamati strategi pemasaran yang dipakai oleh Warung Pasta itu sendiri. Adapun judur yang saya buat yaitu "STRATEGI PEMASARAN PADA USAHA KULINER WARUNG PASTA MARGONDA RAYA DEPOK"

Sumber :
1.  Arifin,E Zaenal 1993.Bahasa Yang Lugas Dalam Laporan Teknis.Cetakan I.Jakarta:CV Akademika Pressindo.
2. http://nurad1k.blogspot.com/2010/02/teknik-penulisan-laporan.html?m=1
3. http://www.fali.unsri.ac.id/index.php/menu/42

Kamis, 25 April 2013

PENULISAN KARYA ILMIAH SKRIPSI

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.

Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir).

Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam.  

Pedoman Umum Penyusunan Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang disusun oleh mahasiswa berdasarkan penelitian lapangan dan/atau kepustakaan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana , sesuai dengan program kekhususannya.

 Kerangka skripsi dibagi dalam 3 bagian, yaitu: bagian awal/pembuka , bagian isi (teks) dan bagian akhir/penunjang.

 Bagian Pembuka
• Cover
• Halaman judul.
• Halaman pengesahan.
• Abstraksi
• Kata pengantar.
• Daftar isi.
• Ringkasan isi.  

Bagian Isi  

Pendahuluan
• Latar belakang masalah.
• Perumusan masalah.
• Pembahasan/pembatasan masalah.
• Tujuan penelitian.
• Manfaat penelitian.

 Kajian teori atau tinjauan kepustakaan
• Pembahasan teori
• Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
• Pengajuan hipotesis  

Metodologi penelitian
• Waktu dan tempat penelitian.
• Metode dan rancangan penelitian
• Populasi dan sampel.
• Instrumen penelitian.
• Pengumpulan data dan analisis data.  

Hasil Penelitian
• Jabaran varibel penelitian.
• Hasil penelitian.
• Pengajuan hipotesis.
• Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.  

Bagian penunjang
• Daftar pustaka.
• Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
• Daftar Tabel

Keterangan :

• Latar Belakang Masalah adalah paparan yang berisikan uraian tentang apa yang menjadi tema pokok (main issue), mengapa dipermasalahkan, apa relevansi pemecahan tema pokok tersebut.
• Rumusan Masalah menunjukkan, pertanyaan hukum yang relevan, tuntas, dan jelas pembatasannya terhadap tema pokok.
• Tujuan Penulisan, memuat tujuan/kegunaan pemecahan masalah hukum tersebut.
• Bab-Bab Uraian memuat isi penulisan yang teratur dengan baik, dan dapat ditinjau dengan mudah.
• Pertanggungjawaban Sistematika memuat argumentasi tentang bab-bab yang tersaji.
• Penutup, pada hakikatnya merupakan suatu kajian yang beranjak dari masalah dan diakhiri dengan suatu konklusi yang merupakan jawaban atas masalah yang dikaji.
• Simpulan, merumuskan kembali secara singkat jawaban atas pokok masalah sebagaimana telah diuraikan dalam bab-bab uraian yang harus dikaitkan dengan bab pendahuluan (rumusan masalah).

sumber:
1. http://hukum.ubaya.ac.id/akademik/pedoman-umum-penyusunan-skripsi/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah

Selasa, 26 Maret 2013

Bahasa Indonesia 2

A.Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif.  

B . Penalaran Deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial. Hukum-hukum Silogisme

1 . Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:
- Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
- Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
- Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
- Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.

2 . Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.
- Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
- Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.
- Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
- Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.  

Bentuk Silogisme Menyimpang Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.

Contoh: “Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.

Bentuk standar: “Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat. Kamu adalah orang yang bekerja disiplin. Kamu bukanlah orang yang akan dipecat”.

 C . Penalaran Induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Di dalam penalaran induktif terdapat tiga bentuk penalaran induktif, yaitu generalisasi, analogi dan hubungan kausal.

 Jenis-jenis penalaran induktif antara lain :

1 . Generalisasi Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.

Contoh:
Jika dipanaskan, besi memuai. Jika dipanaskan, tembaga memuai. Jika dipanaskan, emas memuai. Jika dipanaskan, platina memuai.
∴ Jika dipanaskan, logam memuai. Jika ada udara, manusia akan hidup. Jika ada udara, hewan akan hidup. Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.
∴ Jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.

2 . Analogi Cara penarikan penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yangsama. Analogi mempunyai 4 fungsi,antara lain :
a . Membandingkan beberapa orang yang memiliki sifat kesamaan.
b . Meramalkan kesaman.
c . Menyingkapkan kekeliruan.
d . klasifikasi

Contoh analogi :
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.

3 . Hubungan Kausal Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Macam hubungan kausal :
a. Sebab- akibat. Hujan turun di daerah itu mengakibatkan timbulnya banjir.
b. Akibat – Sebab. Andika tidak lulus dalam ujian kali ini disebabkan dia tidak belajar dengan baik.
c. Akibat – Akibat. Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Selasa, 27 November 2012

SEBERAPA JAUH FAKTOR DEMOGRAFI DAPAT MEMPENGARUHI SESEORANG DALAM MEMILIH SEBUAH ALAT TELEKOMUNIKASI ATAU TELEPON GENGGAM

Saya adalah seorang perempuan dengan umur yang hampir menginjak 20 tahun, mungkin bisa diistilahkan sebagai ABG. Tentu jaman sekarang kecanggihan teknologi dapat kita jumpai di lingkungan apa pun khususnya untuk kecanggihan telepon genggam yang saat ini mungkin dari kalangan anak kecil,orang dewasa hingga para orang tua sangat mengenal gadget yang satu ini. Dalam suatu lingkungan, seseorang dapat menjumpai yang namanya tren. Apalagi kita orang Indonesia yang katanya menjadi salah satu negara pengkonsumsi terbesar di dunia, para produsen khususnya yang memiliki perusahaan-perusahaan telepon genggam sangat menyukai Indonesia karena mereka dapat meraup keuntungan yang besar disini. Sebagai contoh seperti produk BlackBerry yang melimpah di pasaran Indonesia karena memiliki keunggulan pada cara berkomunikasinya kesesama pengguna dengan hanya memiliki aplikasi yang disebut BBM. Tapi bukan hanya BlackBerry saja yang menjadi tren telepon genggam di Indonesia,sekarang ada banyak produk android bahkan sampai iPhone milik perusahaan Apple.Inc pun menjadi popular dikalangan kita. Saya pribadi saat ini menggunakan telepon genggam merek Apple yaitu iPhone 4 ,mungkin secara tidak langsung saya sudah dapat dikatakan sebagai seseorang yang mengikuti tren telepon genggam jaman sekarang , tapi saya pribadi memiliki produk ini bukan karena saya ingin mengikuti tren, melainkan karena memang gadget yang satu ini dari bentuknya yang simple dan elegant yang menurut saya beda dari yang lain. Ditambah lagi karena saya salah satu orang yang mengagumi sosok seorang Steve Jobs. Beliau bisa disebut salah satu orang yang sangat berpengaruh di perusahaan Apple.inc ,namun sayangnya beliau telah meninggal dunia tepatnya pada tanggal 5 Oktober 2011 dalam umur 56 tahun karena penyakit kanker pankreas yang telah 7 tahun bersarang ditubuhnya. Bukan tanpa alasan mengapa saya memilih produk telepon genggam ini ,saya memiliki hobi bermain game, mendengarkan musik, membaca berita , dan berfoto. Dengan berbagai macam aplikasi pada iPhone 4 yang begitu mendukung hobi saya dan sudah saya rasakan saat ini kalau hobi-hobi saya itu secara tidak langsung telah tersalurkan berkat produk iPhone 4.
Tentu saya tidak ingin menyia-nyiakan produk serba bisa ini, karena kebetulan saya bekerja pada suatu perusahaan baru yaitu perusahaan majalah teknologi bernama Indonesian Computer Solution atau iCos Media. Disini sistem kerja saya freelance sebagai penulis, dan sudah ada beberapa tulisan saya yang dipublish di web iCos-media.com . Karena cara berkomunikasi kami lewat email, iPhone 4 dengan aplikasi Mail-nya dapat mengantarkan berita informasi seputar pekerjaan kepada saya secara cepat tanpa membuat saya repot untuk ke warnet atau membuka laptop dan mengaktifkan modem terlebih dahulu. Saya tinggal menunggu email masuk dimanapun dan kapanpun sehingga mempermudah saya dalam bekerja. Sudah jelas kalau gadget ini sangat bernilai positif mengingat pekerjaan saya sangat memerlukan koneksi internet yang cepat dan semua itu saya dapatkan pada iPhone 4 ini.